Nyeri sendi (Osteoartritis)

 

 

 

 

 

 

Deskripsi

Osteoartritis dimasyarakat lebih dikenal dengan istilah Nyeri Sendi merupakan panyakit sendi yang disebabkan kerusakan tulang rawan sendi. Kerusakan (degenerative arthritis) ini terjadi karena tulang-tulang bergesekan dengan kasar. Seharusnya gerakan sendi terjadi dengan halus.

Penyebab

Beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya Osteoartritis, adalah:

  1. Usia
  2. Kegemukan
  3. Cedera sendi
  4. Keturunan/genetik
  5. Pengaruh hormon/ hormonal
  6. Ada riwayat bengkak sendi
  7. Aktifitas yang menyebabkan sendi ‘bekerja berat’ berulang-ulang

Gejala:

Beberapa gejala yang timbul:

  1. Sendi terasa nyeri ketika bekerja
  2. Kaku di pagi hari atau setelah diam > 15 menit
  3. Sendi bengkak
  4. Ketika bergerak menimbulkan bunyi ‘kretek-kretek’
  5. Luas gerak sendi berkurang
  6. Terjadi kelemahan otot pada area disekitar sendi
  7. Ujung tulang mengalami pertumbuhan yang abnormal (dapat menimbulkan kelainan bentuk).

Pengobatan

Pencegahan:

Osteoartritis dapat dicegah dengan melakukan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Melindungi sendi dari cedera
  2. Memperkuat otot sekitar sendi
  3. Mengurangi berat badan
  4. Menghindari ‘stress’ berlebih pada sendi

Pengobatan:

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk pengobatan Osteoartritis:

  1. Menggunakan obat-obatan
  2. Fisioterapi dengan metode penyinaran (laser), pemanasan dan pendinginan
  3. Melakukan latihan yang memperkuat otot-otot disekitar sendi
  4. Menggunakan alat bantu/tongkat jalan

Penting pula untuk diingat bahwa pengobatan Osteoartritis hanya bertujuan untuk:

  1. Mengurangi nyeri
  2. Mempertahankan/menambah luas gerak sendi
  3. Meningkatkan kekuatan otot
  4. Meminimalkan gangguan fungsi

Hal-hal yang perlu diperhatikan:

  1. Tempat duduk jangan rendah
  2. Kurangi berat badan
  3. Jalan menggunakan tongkat
  4. Gunakan penahan lutut (knee brace/Decker)
  5. Renang merupakan olahraga yang disarankan

Hal-hal yang harus dihindari:

  1. Berjongkok
  2. Naik turun tangga
  3. Duduk dengan kaki ditekuk

(oleh Instalasi Rehabilitasi Medik RS Katolik Budi Rahayu)