CT Scan dan kegunaannya untuk kesehatan

Apa itu CT scan?

CT Scan (Computed Tomography Scan) adalah pemeriksaan medis dengan menggunakan kombinasi teknologi Rontgen atau sinar-X dan sistem komputer khusus untuk melihat kondisi dalam tubuh dari berbagai sudut dan potongan

CT scan adalah mesin pemindai berbentuk lingkaran yang besar, cukup untuk dimasuki orang dewasa dengan posisi berbaring. Alat ini dapat digunakan untuk mendiagnosis dan memonitor beragam kondisi kesehatan. Mesin ini akan bergerak memutari tubuh untuk menghasilkan serangkaian gambar dari struktur dan jaringan pada tubuh Anda.

Pemeriksaan CT scan memiliki hasil dalam bentuk gambar yang lebih detail daripada rontgen biasa. Kondisi jaringan lunak, pembuluh darah, dan tulang pada berbagai bagian tubuh dapat diamati melalui gambar ini.

 

Berapa biaya CT scan?

Besarnya biaya yang diperlukan untuk melakukan CT scan bervariasi, tergantung dari rumah sakit, kelas perawatan, dan bagian tubuh mana yang akan diperiksa. Secara umum, biaya CT scan di rumah sakit swasta dimulai dari Rp 800.000,-

CT scan juga ditanggung oleh asuransi kesehatan (BPJS Kesehatan), sesuai dengan ketentuan dan indikasi medis yang bersangkutan.

 

Dimana anda dapat melakukan pemeriksaan CT Scan? 

Anda dapat melakukan pemeriksaan CT Scan untuk mengetahui kesehatan Jantung dan organ tubuh anda lainnya di Rumah Sakit Katolik Budi Rahayu Blitar atau fasilitas kesehatan lain yang menyediakan pelayanan pemeriksaan CT Scan sesuai permintaan dokter.

 

Kapan Perlu dilakukan pemeriksaan CT Scan? 

CT scan termasuk salah satu pemeriksaan penunjang radiologi yang cepat dan akurat. Pemeriksaan ini dapat dilakukan baik pada pasien dewasa maupun anak-anak. Pemeriksaan CT Scan biasanya dilakukan apabila ada indikasi penyakit tertentu pada organ tubuh, diantaranya :

  • Indikasi penyakit stroke
  • Indikasi penyakit jantung koroner
  • Indikasi permasalahan pada tulang (kasus ortopedi)
  • Indikasi penyempitan/penyumbatan/gangguan pada pembuluh darah
  • Indikasi Infeksi
  • Indikasi tumor/kanker
  • Indikasi gangguan organ dalam tubuh usus, hati, limfa, pankreas, empedu, ginjal, dan lain-lain).

 

Apa saja persiapan untuk menjalani Pemeriksaan CT scan?

Beberapa persiapan berikut ini perlu dilakukan sebelum pemeriksaan CT scan, di antaranya adalah :

  • Tidak makan atau minum beberapa jam sebelum pemeriksaan dilakukan, terutama bagi pemeriksaan CT Scan khusus pada indikasi penyakit tertentu yang membutuhkan penggunaan zat warna khusus (cairan kontras) seperti pada indikasi tumor/kanker, infeksi, dan gangguan pada pembuluh darah.
  • Melepaskan benda logam, seperti jam tangan, perhiasan, kacamata, sabuk, dan sebagainya agar tidak mengganggu pelaksanaan pemeriksaan. Pihak rumah sakit juga akan memberikan pakaian khusus untuk digunakan oleh pasien.
  • Pasien yang akan menjalankan pemeriksaan CT Scan di bagian perut akan diminta untuk tidak mengkonsumsi makanan padat beberapa jam sebelum CT scan dilakukan. Obat pencahar mungkin akan diberikan untuk membersihkan usus.
  • Pasien akan diminta tidak bergerak selama pemeriksaan karena pergerakan dapat menggangu proses pemeriksaan dan mempengaruhi gambar hasil pemeriksaan.

Untuk mendapatkan hasil gambar yang lebih jelas pada indikasi penyakit tertentu seperti tumor/kanker, infeksi, dan gangguan pada pembuluh darah, maka dokter akan memberikan zat warna khusus (cairan kontras), yang dapat diberikan dengan beberapa cara sebagai berikut :

  • Pasien akan diminta untuk meminum cairan kontras tersebut, khususnya jika CT scan dilakukan untuk melihat saluran cerna.
  • Dokter dapat menyuntikkan cairan kontras tersebut melalui pembuluh darah vena. Tubuh pasien mungkin akan terasa hangat dan merasakan sensasi rasa logam di mulut setelah penyuntikan dilakukan.
  • cairan kontras dapat dimasukkan melalui dubur pasien untuk memperjelas gambaran kondisi usus. Pasien mungkin akan merasa begah dan tidak nyaman saat prosedur dilakukan.

 

Pasien yang memiliki riwayat alergi  perlu memberi tahu dokter tentang jenis riwayat alergi yang dimiliki sebelum pemeriksaan CT Scan dilakukan. Selain itu, riwayat penggunaan obat-obatan juga perlu diinformasikan pada dokter karena beberapa jenis obat dapat memicu reaksi alergi terhadap cairan ini.

Bagi pasien anak-anak, dokter biasanya akan merekomendasikan pemberian obat penenang untuk menjaga anak tetap diam dan tidak bergerak selama pemeriksaan. 

 

 

 

 

 

Bagaimana prosedur pemeriksaan CT scan dilakukan?

Setelah melakukan semua persiapan, pasien akan berbaring di atas tempat tidur atau meja pemeriksaan datar yang dilengkapi dengan bantal, sabuk, dan penahan kepala untuk menghindari tubuh bergerak selama prosedur berlangsung. 

Ruangan CT scan hanya diperkenankan untuk pasien, dan petugas radiologi akan mengoperasikan mesin dari ruangan lain sambil memantau dan berkomunikasi dengan pasien melalui interkom yang tersambung di kedua ruangan.

Selanjutnya pasien akan dimasukkan ke dalam mesin CT scan yang berbentuk seperti kue donat dengan meja pasien yang dapat bergerak maju dan mundur sesuai kebutuhan pemeriksaan. Mesin akan berputar saat pemeriksaan berlangsung. Setiap putaran akan menangkap gambar tubuh dalam bentuk potongan demi potongan sehingga diperoleh gambar hasil pemeriksaan dengan lebih detail dan jelas.

Terkadang, petugas radiologi akan meminta pasien untuk menarik, menahan, dan membuang napas guna mendapatkan hasil gambar yang jelas pada pemeriksaan organ tertentu misal rongga dada atau rongga perut. Jika tidak terdapat aba-aba, pasien dapat bernapas secara normal. 

Pemeriksaan CT Scan tanpa penggunaan cairan kontras pada umumnya tidak menimbulkan rasa sakit atau nyeri selama pemeriksaan berlangsung. Lain halnya dengan pemeriksaan CT Scan dengan penggunaan cairan kontras yang kadangkala menimbulkan rasa nyeri selama proses pemeriksaan karena proses penyuntikan cairan kontras tersebut melalui pembuluh darah vena. 

Pada saat pemeriksaan berlangsung mungkin pasien akan merasa tidak nyaman akibat kerasnya meja pemeriksaan dan dinginnya ruangan. Pasien juga  mendengar suara bising seperti berdengung pada alat CT Scan selama pemeriksaan berlangsung. Pada umumnya proses pemeriksaan CT Scan dilakukan membutuhkan waktu 15 – 60 menit tergantung jenis pemeriksaan yang dilakukan.

Seberapa sering Anda harus menjalani CT scan?

Terkadang, CT scan ulang dapat dilakukan pada beberapa kondisi tertentu. Misalnya, ketika ada kelainan yang ditemukan pada hasil pemindaian sebelumnya dan membutuhkan evaluasi lebih lanjut.

CT scan ulang juga dapat dilakukan untuk melihat perubahan dari kelainan yang ditemukan pada pemeriksaan sebelumnya. Dengan ini, dokter dapat menentukan efektivitas pengobatan dan perkembangan kondisi pasien. 

 

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah CT scan?

Setelah CT scan dilakukan, Anda umumnya dapat kembali beraktivitas seperti biasa. Pada beberapa kasus, Anda bisa diminta untuk menunggu beberapa saat sebelum meninggalkan rumah sakit. Langkah ini bertujuan memastikan kondisi anda baik-baik saja setelah pemeriksaan.

Pada pasien yang menjalani CT scan dengan penggunaan cairan kontras, dokter akan meminta Anda untuk banyak minum air putih. Langkah ini dilakukan supaya membantu ginjal dalam mengeluarkan cairan tersebut dari tubuh Anda.

Sedangkan bagi pasien yang sedang menyusui dan telah mendapatkan suntikan cairan kontras, proses menyusui baru dapat kembali dilakukan setelah 24 jam pascaprosedur. Pasalnya, cairan ini bisa masuk ke dalam air susu ibu (ASI).

 

Apa saja risiko yang mungkin timbul pada pemeriksaan CT scan?

Secara umum, CT scan merupakan prosedur yang relatif aman dan jarang menimbulkan risiko. Namun terdapat beberapa risiko yang mungkin saja terjadi sebagai berikut :

  • Paparan radiasi

Selama pemeriksaan CT scan dilakukan, pasien akan terpapar radiasi dalam waktu singkat. Akan tetapi, paparan radiasi pada CT scan cenderung tidak menimbulkan bahaya bagi kesehatan pasien karena paparan dibatasi sesuai organ yang diperiksa dan dilakukan atas rekomendasi dokter dengan mempertimbangkan besarnya maanfaat dibandingkan risiko yang diterima oleh pasien.

  • Gangguan pada bayi dalam kandungan

Bagi pasien wanita yang sedang hamil, sebaiknya informasikan kehamilan anda pada dokter dan petugas pelaksana pemeriksaan karena pada dasarnya pelaksanaan pemeriksaan CT Scan tidak dianjurkan pada pasien wanita hamil atas pertimbangan paparan radiasi yang akan diterima selama pemeriksaan. 

  • Reaksi terhadap cairan kontras

Meski sangat jarang, cairan kontras yang dimasukkan ke dalam tubuh pada pelaksanaan pemeriksaan CT scan dapat menimbulkan masalah medis atau reaksi alergi. Sebagian besar keluhannya meliputi ruam dan rasa gatal pada kulit. Sementara cairan kontras yang mengalami kebocoran di bawah kulit akan menyebabkan rasa nyeri, bengkak, dan merah pada kulit. 

Pada kondisi yang lebih jarang, alergi serius dan mengancam nyawa (anafilaksis) juga dapat terjadi. Pasien dengan anafilaksis akan mengalami kesulitan bernapas, gatal-gatal, ruam kulit, serta pembengkakan pada tubuh.

Gejala alergi terhadap cairan kontras biasanya terjadi sesaat setelah prosedur dilakukan. Sedangkan keluhan alergi yang terjadi setelah pasien pulang dari rumah sakit sangatlah jarang.

Namun apabila tetap mengalami gejala alergi terkait cairan kontras setelah pulang ke rumah, anda sebaiknya segera kembali menghubungi fasilitas kesehatan tempat Anda menjalani CT scan.

 

Baca juga artikel :

11.Radiologi (Radiology)

 


referensi : www.sehatq.com