TERTAWA, SALAH SATU JURUS TETAP SEHAT TANPA BIAYA

Tanggal : 27 Oktober 2021
Oleh : dr. Tripomo. W

Ingatkah Anda, kapan terakhir kali Anda tertawa sampai terpingkal-pingkal?

Itu pertanda bahwa saat itu Anda dalam keadaan sehat walafiat. Kita semua tentu ingin tetap sehat dan hidup bahagia. Ternyata banyak cara agar kita dapat sehat tanpa biaya mahal seperti yang disampaikan dr.Handrawan Nadesul dalam bukunya Jurus Sehat Tanpa Ongkos. Salah satu jurus itu adalah dengan tertawa. Banyak bukti ilmiah menunjukkan bahwa tertawa berkhasiat. Tak cukup sekedar tertawa, baru akan menyehatkan bila tertawa sampai terpingkal-pingkal yang akan menggiatkan kerja otot-otot perut, dada dan bahu. Pada saat tertawa lepas maka jantung akan lebih terpacu, pembuluh darah akan melebar, paru lebih mengembang dan pernapasan lebih giat serta peredaran darah tubuh lebih deras.

Anak-anak tertawa 400 kali sehari tetapi pada usia lanjut hanya 15 kali. Satu menit tertawa identik dengan relaksasi tubuh 40 menit. Lima belas menit tertawa membakar 50 kalori tubuh. Manfaat terpenting tertawa adalah dihasilkannya hormon endorphin yang merupakan morfin alami yang dikeluarkan oleh otak. Melansir Very Well Health, istilah endorphin berasal dari dua kata, yakni endogenous yang berarti berasal “dari tubuh” dan morphine yang merupakan “pereda nyeri opioid”.
Hormon ini berguna membantu kita menangani rasa sakit dan stress sambil membangun perasaan positif.

Ada kasus seorang bapak yang sedang merasakan sakit kepala tetapi saat mendengar bahwa anaknya lulus yudisium dan akan segera di wisuda, sontak seketika rasa sakit kepalanya hilang. Hal itu terjadi karena rasa bahagianya telah merangsang otak untuk menghasilkan hormon endorphin. Banyak kegiatan lain yang bisa memacu keluarnya hormon endorphin diantaranya berolah raga, mendengarkan musik, pijat, akupunktur, memberi atau berbagi sesuatu dengan sesama, yoga dan meditasi.

 

Studi bahwa tertawa dapat mengurangi rasa sakit, menyembuhkan penyakit dan menjaga badan tetap sehat dilakukan oleh Norman Cousins yang pada tahun 1979 menulis artikel yang berjudul “Anatomy of an Illness (As Perceived by the Patient).” Terapi tertawa (laugher therapy) ditawarkan oleh Dr. Madan Kataria (1995) di India, sedangkan di Indonesia diprakarsai oleh Dr. Yul Iskandar, Sp.KJ.

Ada kata bijak yang mengatakan bahwa hati yang gembira adalah obat yang manjur. Jadi tetaplah menjaga kesehatan dan jangan lupa bahagia dengan tertawa.

 


Sumber :

Handrawan Nadesul. 2008. Jurus Sehat Tanpa Ongkos. Penerbit Buku Kompas.
Hormon Bahagia Endorfin Bisa Terangkat dengan 8 Aktivitas Berikut. 2021. https://kesehatan.kontan.co.id.
11 Cara Meningkatkan Hormon Endorfin Pereda Rasa Sakit dan Stres. 2021. https://health.kompas.com
Wendy.E. Laned. 1990. Norman Cousins, Who Promoted Healing Through Positive Thought, Dead at 75. https://apnews.com.