Pada Minggu, 1 Februari 2026, RSK Budi Rahayu bekerja sama dengan warga dan umat Stasi Ngeni sukses menyelenggarakan aksi bakti sosial pengobatan gratis bagi masyarakat umum yang berlokasi di Gereja Koasi Stasi Ngeni, wilayah Paroki Santo Yusuf Blitar.
BLITAR – Semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama terpancar jelas di Desa Ngeni pada Minggu, 1 Februari 2026. Bertempat di Gereja Koasi Stasi Ngeni, yang merupakan bagian dari wilayah Paroki Santo Yusuf Blitar, telah dilaksanakan kegiatan Bakti Sosial Pengobatan Gratis yang ditujukan bagi masyarakat umum.
Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi nyata antara Rumah Sakit Katolik (RSK) Budi Rahayu Blitar dengan warga serta umat Stasi Ngeni. Sejak pagi, antusiasme warga sudah terlihat dengan kedatangan mereka yang ingin mendapatkan layanan kesehatan berkualitas tanpa dipungut biaya.
Pelayanan untuk Semua Kalangan
Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini melayani berbagai lapisan masyarakat, baik umat Stasi Ngeni maupun warga sekitar tanpa memandang latar belakang. Tim medis dari RSK Budi Rahayu memberikan layanan pemeriksaan kesehatan, konsultasi dokter, hingga pemberian obat-obatan secara cuma-cuma.
Menjangkau yang Tak Terjangkau: Layanan Door-to-Door
Salah satu poin utama dalam bakti sosial kali ini adalah perhatian khusus bagi warga lansia atau mereka yang sedang sakit parah. Panitia dan tim medis menyadari bahwa tidak semua orang mampu menempuh perjalanan menuju lokasi gereja.
Oleh karena itu, dilakukan pula kunjungan ke rumah warga (home visit). Tim medis mendatangi kediaman warga yang kondisinya tidak memungkinkan untuk hadir di lokasi pengobatan. Langkah ini mendapat apresiasi tinggi dari keluarga pasien yang merasa sangat terbantu dengan kehadiran dokter langsung di rumah mereka.
"Kami ingin memastikan bahwa akses kesehatan ini benar-benar menyentuh mereka yang paling membutuhkan, termasuk saudara-saudara kita yang terbaring sakit di rumah," ujar salah satu perwakilan panitia.
Penutup yang Hangat
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh kekeluargaan hingga resmi berakhir pada pukul 14.30 WIB. Melalui aksi nyata ini, diharapkan hubungan antara lembaga kesehatan, gereja, dan masyarakat luas semakin erat, serta derajat kesehatan warga Desa Ngeni terus meningkat.